Fabian Risjad Ari Muladi

Tahun Ajaran 2013-2014 Untuk Alumni

fabianHari Kamis, 10 November 2016, lalu Homeschooling Persada kedatangan tamu.yaitu Kak Fabian. Nama lengkapnya Fabian Risjad Ari Muladi.  Dia adalah alumni RBP angkatan yang ke IV. Pada saat itu , Miss Rina punya kesempatan mewawancarai kak Fabian. Berikut hasil wawancara Miss Rina dan Kak Fabian.

Apa kabar Fabian dan bagaimana kuliah kamu?

 Alhamdulillah baik. Sekarang aku sudah tamat dari Sekolah Pilot dan insya Allah akan wisuda bulan Maret 2017 nanti. Sekarang aku sedang mencari kerja jadi pilot di beberapa maskapai.

 Jika kita flashback, bagaimana perasaan kamu saat belajar di homeschooling ?

Perasaannya senang, di homeschooling  saya mendapatkan apa yg tidak saya dapatkan  di sekolah swasta atau negeri. Contohnya, tidak semua anak cara belajarnya sama, kalau di sekolah lain, tugas guru cuma menyampaikan materi saja, setelah materinya sudah selesai disampaikan, tugas guru selesai, tinggal evaluasi dan memberikan nilai bagus atau tidaknya. Mungkin kalau hasilnya bagus, bisa saja kebetulan cara guru mengajarkan sesuai dengan cara belajar anaknya. tapi jika hasil muridnya jelek guru itu akan langsung ngejudge kalo anak itu tidak bisa.

 Padahal semua anak itu bisa, semua anak itu pinter. Mungkin karena di sekolah lain satu kelas muridnya terlalu banyak jadi ya guru ga bisa nyesuain sesuai muridnya. Tapi bagus nya di homeschooling, guru itu bukan hanya menggajar, tapi guru membimbing muridnya agar menguasai materi yg di berikan. Banyak caranya, beda murid beda cara mendidik nya sehingga rata semua murid dapat menyerap semua materinya meski dengan cara yang berbeda.

Apa tanggapan kamu tentang anggapan orang bahwa anak homeschooling itu santai dan susah untuk menyesuaikan diri saat mengikuti jenjang sekolah selanjutnya ?

Orang melihat kita santai, tapi hanya dalam bidang akademik saja. Kita itu sekolah memang waktunya pendek, tapi setelah pulang sekolah banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bakat lain. Semuanya tergantung pada orang yang menjalankannya. Seperti anak yang sekolah di sekolah umum, waktu mereka hanya habis untuk belajar bidang akademik saja, tidak bisa mengembangkan bakat yang lain.

 Kalau dibilang susah atur waktu itu tidak benar. Buktinya saya mampu memanfaatkan waktu dengan baik sehingga saya mampu menyelesaikan kuliah tepat waktu. Saya memanfaatkan semua kesempatan yang ada untuk melatih kemampuan terbang. Jika ada jadwal terbang saya pasti ambil. Bahkan ada teman yang punya jadwal terbang tapi tidak diambil hanya karena lelah dan lain-lain. Biasanya saya akan meminta jadwal itu untuk saya berlatih. Bahkan saya mau berlama-lama tinggal di Bengkulu agar dapat jadwal terbang walaupun teman-teman yang lain balik ke Jakarta.

 Saat kamu masuk sekolah pilot sekarang, apa teman kamu tahu kalau kamu sekolah di homeschooling? Bagaimana tanggapan mereka?

Teman-temanku tahu kalau aku sekolah di homeschooling. Mereka terkadang suka meledek. Tapi saya tidak hiraukan. Hal normal di Indonesia saat ada orang yang tidak sama dengan mereka, mereka akan beranggap kalau orang itu aneh. Tapi untuk apa dihiraukan. Mereka tidak kenal siapa dan bagaimana saya.

Pernah tidak kamu menyesal sekolah di homeschooling?

Aku tidak pernah menyesal dengan apa yang aku mulai. Aku pengen menyelesaikan apa yang telah aku mulai.Kalau ada orang yang menganggap itu masalah ya biarkan saja, karena ini jalan hidup saya dan mereka tidak punya kontribusi terhadap hidup saya.

Apa pelajaran terbesar yang kamu dapatkan di sini?

Belajar untuk lebih manusiawi dan lebih berempati. Disini kita susah dan senang bersama-sama. Selain itu disini saya belajar untuk lebih menghargai orang yang berbeda dengan saya. Saya tidak mau menjatuhkan orang hanya karena dia berbeda dengan kita. Aku di sini berubah cara pandang saya terhadap anak berkebutuhan khusus. Bukan salah dia, bukan salah orangtuanya dia terlahir seperti itu. Mereka tidak memilih untuk hidup seperti itu. Orang seperti itu tidak untuk dicemooh tapi bagaimana menyakinkan dia jika dia bisa dan sama dengan dengan kita.Kita tidak berhak membeda-bedakan manusia.

Jika waktu bisa berputar, apa kamu ingin mengganti dimana kamu di sekolah?

Tidak. Malah inginnya aku ganti yang kelas 10, aku langsung masuk di sini tanpa harus masuk dulu di sekolah yang lain.

Jadi keberhasilan kita tergantung pada kesungguhan dan ketekunan dalam mencapai cita-cita. Banyak hal yang harus dikorbankan agar semua cita-cita tersebut bisa tercapai. Semoga kalian yang baca bisa memetik pelajaran dari perjalanan Kak Fabian.

Kontributor : Usma Rinawati, SSi. / Teacher Homeschooling Persada

Ayo share alumni ini