Blood Moon Dan Supermoon

Narasumber: Usma Rina / Teacher Homeschooling Persada

Pernah melihat gerhana bulan yang membuat satelit bumi itu terlihat sangat merah? Atau bulan yang tampak lebih terang dan lebih besar dari biasanya? Tahukah kamu kenapa hal itu bisa terjadi?

Blood Moon

blood-moon

Gerhana bulan adalah peristiwa dimana sebagian atau seluruh penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi, sehingga sinar matahari menuju bulan menjadi terhalang karenanya. Saat itu bumi berada di antara bulan dan matahari yang menyebabkan ketiga benda langit itu berada dalam posisi sejajar membentuk garis lurus.

Saat gerhana berlangsung terbentuklah area gelap total yang dinamakan umbra dan bagian agak terang yang disebut penumbra. Gerhana bulan ini dapat terjadi secara total maupun sebagian.

gerhana-bulan

 

gerhana-bulan-blood-moon

 

Pantulan cahaya bulan purnama saat gerhana total adakalanya terhalang oleh bayangan bumi dan dibiaskan oleh atmosfir bumi (refraksi).  Bila refraksi itu terjadi saat bulan berada di daerah umbra bumi, maka warna bulan akan menjadi terlihat sangat merah menyerupai darah hingga melahirkan sebutan gerhana darah atau blood moon.

 

Supermoon

 supermoon

 Bumi dan bulan berputar pada orbit yang berbentuk elips dimana bulan melakukan revolusi terhadap bumi. Bentuk elips orbit tersebut menyebabkan jarak antara bulan dan bumi tidak akan pernah sama dari waktu ke waktu. Ada kalanya bulan berada sangat jauh dari bumi yang dikenal dengan Apoogee atau malah sangat dekat yang disebut Perigee. Pada saat bulan purnama berada di posisi yang terdekat dengan bumi, maka bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya hingga dinamakan supermoon.