Serunya Mengepang Tali Dan Menggambar Estafet

Narasumber:

Ada yang menarik dalam momen perayaan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh Civitas Homeschooling Persada, Jatibening Baru (Bekasi), pada Senin (24/4) lalu di Kampus Rumah Belajar Persada. Selain lomba peragaan busana adat Indonesia, Tim Guru PKBM ‘Tamansari Persada’ juga menggelar lomba kepang tali dan lomba menggambar estafet.. Ketiga lomba tersebut dirancang dalam bentuk kompetisi kelompok.

Mengepang tali kur yang diikuti oleh regu-regu beranggotakan dua orang dilakukan dengan cara menganyam tali bergantian sesuai batas waktu yang ditentukan. Regu yang berhasil membuat anyaman tali terpanjang dan paling rapi adalah pemenang lomba ini. Lomba berikutnya yang melibatkan regu lebih besar dengan anggota para  homeschooler  lintas jenjang adalah menggambar bebas secara estafet. Setiap regu duduk berbaris ke belakang dan selembar kertas plus spidol warna-warni diberikan pada anggota yang duduk paling depan. Begitu peluit berbunyi, dia akan menggambar apa yang terlintas dalam pikirannya sampai bunyi peluit berikutnya dimana dia harus menyerahkan kertas dan spidol pada anggota yang duduk di belakangnya. Begitu terus sampai anggota terakhir.

Mengepang tali dan menggambar adalah dua aktifitas yang dimaksudkan untuk merangsang imajinasi dan kreatifitas anak-anak agar terus bertumbuh, meningkatkan kemampuan motorik, mengasah pemahaman terhadap instruksi, dan membantunya belajar mengendalikan emosi apalagi karena itu dilakukan secara beregu dimana semua anggota diharapkan dapat menjalani proses berkomunikasi-berinteraksi-berkontribusi secara baik untuk menghasilkan karya terbaik bersama-sama. Kegiatan bersama lintas jenjang pendidikan ini diharapkan juga dapat memperkuat rasa percaya diri baik dari kelompok adik kelas maupun kakak kelas untuk menjalankan peranan dalam kelompok sesuai kompetensinya masing-masing.

Selain berbagai hal tersebut di atas, aktifitas berkarya bersama teman-teman juga diharapkan dapat menjadi sebuah kenangan indah dalam benak para anak didik yang suatu saat dapat bermanfaat untuk menyegarkan kembali semangat yang tengah meredup di masa depan agar mampu bangkit dari keterpurukan yang singgah dalam fase perjalanan kehidupan mereka.