Sarah Tahira

Sarah sejak kecil sudah senang dengan olahraga. Ketika duduk di kelas 1 SD, sarah sempat mengikuti latihan Pencak Silat namun hanya berlangsung beberapa bulan saja. Kemudian di usia 8 tahun, pernah bergabung dalam klub renang. Sayangnya, tidak berlangsung lama karena Sarah sering mengalami sakit infeksi telinga.

Ketidaksengajaan sering menonton pertandingan Tenis bareng mama melalui televisi ternyata bisa membangkitkan rasa suka yang luar biasa pada diri Sarah kecil kala itu pada olahraga Tenis. Alih-alih, ternyata sejak itu Sarah kecil mengidolakan Maria Sharapova, petenis muda asal Rusia yang pertama kali menjuarai Kejuaraan Wimbledon, Inggris, di usia 17 tahun..

Maka, di usia 9 tahun Sarah pun bergabung di Yayuk Basuki Tenis Akademi. Hingga saat ini, pencapaian prestasi tertinggi Sarah adalah menjadi semifinalis di Turnamen Remaja Tenis dan Sportama, di sektor tunggal. Dan, menjadi semifinalis di sektor ganda pada Turnamen Junior Nasional GASIM CUP 2013 di Senayan, Jakarta.

Sarah Tahira-1

Gadis kelahiran, Jakarta, 8 Agustus 1999 ini mengaku bahwa sang idola, Maria Sharapova sangat menginspirasi dan memotivasi dirinya untuk menjadi seorang petenis muda dengan banyak prestasi.  “Maria Sharapova bisa menjadi seorang juara di usia 17 tahun. Dia bisa, kenapa aku nggak? Di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin kan?” ungkap Sarah.

Kemenangan pertamanya memberi kesan mendalam bagi Sarah. Menurut putri tunggal pasangan dari Basuki dan Ria Andrini ini, olahraga tenis membuatnya “ketagihan” ingin selalu main dan berlatih lebih giat demi prestasi yang gemilang.

“Selain piala dan piagam yang menggiurkan saat menang pertandingan, aku pikir sesuatu yang berawal dari hobi jika dilanjutkan menjadi suatu profesi sepertinya menyenangkan. Karena pasti kita menjalaninya dengan senang hati, tulus, tanpa beban, dan tanpa paksaan dari orang lain.” tuturnya serius.

Sarah Tahira-2

Disiplin dan menghargai waktu, itu kunci untuk menggapai cita-cita kamu

Lalu, kalau sudah sibuk berlatih dan bertanding, gimana ya dengan sekolahnya Sarah? “Alhamdulillah, apa yang aku lakukan sekarang, sepenuhnya didukung mama dan papa. Walaupun kelak bisa dijadikan profesi sebagai petenis profesional, mama dan papa setuju asalkan pendidikan tetap nomor satu,” jawab Sarah.

Saat ini Sarah terdaftar sebagai siswi kelas 9 program Distance Learning di Homeschooling Kak Seto (HSKS) Jatibening, dan strategi belajar Sarah ketika menjelang Ujian, selain di rumah, ia selalu belajar di mobil atau pun di waktu senggang di jam latihan rutin.

“Buat aku, komitmen itu penting. Pendidikan tetap berjalan, dan pilihan untuk mendalami olahraga yang benar-benar kita suka dan geluti harus serius menjalaninya, karena itu sebuah tanggung jawab. Kita harus tekun latihan, disiplin sama waktu, dan nggak perlu bertingkah macam-macam. Jadi, kalau kita mau mengejar impian, kita harus disiplin. Itu kunci utamanya,” saran Sarah.