Yoga Bagus Sinatria

Peraih Outing Award “Siswa Teraktif” pada saat pelaksanaan Outing ke Kampung Naga, Kamis-Jumat/ 29 – 30 September 2015

Yoga pertama bergabung di Homeschooling Kak Seto (HSKS) Jatibening yaitu saat ia duduk di kelas 9 semester Genap Tahun Ajaran 2013-2014. Sejak menginjakkan kaki di Rumah Belajar Persada (RBP) dan terdaftar menjadi salah satu siswa tingkat SMP, Yoga mengaku menemukan suasana yang berbeda dan ‘hommy’. Pengalaman kurang menyenangkan yang pernah ia dapatkan di sekolah sebelumnya menjadi latar belakang kenapa akhirnya ia memilih model belajar homeschooling.

Kini Yoga duduk di kelas 11 IPS. Selama 2 tahun menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di homeschooling, Yoga menemukan kenyamanan, dan ia telah mempunyai seorang sahabat bernama Finsa.

Yoga-Siswa Teraktif

“Di RBP, saya bisa mengikuti pelajarannya karena gaya belajarnya sesuai dengan yang saya mau, dan cara mengajar guru-gurunya pun mudah dipahami. Ngga hanya itu, teman-teman di sini baik, mereka asyik diajak ngobrol,” tutur Yoga.

Jika tiba saatnya berouting ria, Yoga mengaku tidak sabar untuk ikut berkegiatan. Bagi Yoga aktivitas outing di RBP sangat kreatif, dan satu hal yang terpenting yaitu Yoga senang berinteraksi dengan alam.

Ketika outing pada 29-30 September 2015 yang berlokasi di Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat, Yoga meraih Outing Award sebagai “Siswa Teraktif”. Menanggapi apresiasi terhadap dirinya, Yoga mengaku senang dan ia ingin teman-teman lainnya pun bisa mendapatkan penghargaan seperti dirinya.

“Saya senang sekali sekaligus bangga dapat Outing Award. Sebenarnya apa yang saya lakukan selama outing tidak mengharapkan apa-apa, yang penting saya berangkat dengan niat baik dan mengikuti semua kegiatan dengan tertib. Kalau ada penilaian khusus dari guru-guru ke saya, ya saya terimakasih banget,” terang Yoga.

Pengalaman mengikuti outing khususnya ke Kampung Naga beberapa waktu lalu, memberikan Yoga ilmu dan pengetahuan baru. Ia semakin tahu kehidupan masyarakat perkampungan yang sebelumnya tidak terbesit sedikit pun.

“Apalagi saya anak IPS, di Kampung Naga saya bisa melihat langsung kebiasaan masyarakatnya, seni tradisional mereka, dan banyak hal lainnya. Apa yang ada di pelajaran Sosiologi dan Geografi, semuanya nyata,” ungkap Yoga.