Sandra Willia

Sandra Willia menghabiskan waktu selama 13 tahun bekerja pada sebuah bank asing di Jakarta sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya pada tahun 2003 dan mengisi keseharian dengan rutinitas keluarga, termasuk antar-jemput sekolah putri semata wayangnya. Dia tidak menyesali keputusan yang diambilnya,.” Saya bisa melihat langsung , mengikuti dan menikmati dinamika pertumbuhan anak saya, termasuk pasang-surutnya.”Papar Sandra,” Saya mendampingi anak saya menjalani masa kanak-kanak, remaja , hingga dewasa dan kami berbagi momen-momen penting di dalamnya.”

Banyak Pelajaran Berharga yang Didapat di RBP

Anak, di mata Sandra, merupakan amanah yang dititipkan oleh Tuhan yang Maha Kuasa kepada dirinya dan suami,”Kami mencintainya tanpa syarat”.

Perjalanan takdir menghantar Sandra pada dunia pendidikan,”Ketua yayasan yang menaungi SD tempat anak saya bersekolah menawari saya untuk menjadi guru bahasa Inggris di sana.” Tuturnya seraya menambahkan bahwa di sekolah itulah dia berkenalan dengan Revita Tantri yang sama-sama menyekolahkan putranya di situ pula. Mereka pernah bersama-sama mengikuti rapat POMG yang diadakan di SD tersebut.

Pada penghujung tahun 2008, lembaga pendidikan Rumah Belajar Persada yang didirikan oleh Revita bersama suaminya Agus Basuki Yanuar, bekerja sama dengan Rumah Lukisku menyelenggarakan pameran lukisan di sebuah hotel berbintang di kawasan Jakarta Selatan yang mengusung tema ‘Sebuah Pameran Karya Pelukis Muda-Kasih Bunda Mengantar Pelukis Muda’. Sandra yang sudah beberapa kali menjadi pembawa acara di sekolah mendapat tawaran dari Revita untuk menjadi MC dalam acara tersebut.

Usai pameran, Revita mengajak Sandra untuk bergabung di RBP,” Terhitung sejak tanggal 2 Februari 2009, saya resmi bergabung. “Ungkap Sandra,”Kegiatan yang ada di RBP pada saat itu adalah kelas melukis, bimbel, English for Kids & Mum, terapi, dan sejak tanggal 26 Juli 2010, RBP diberi kepercayaan menjadi penyelenggara Homeschooling Kak Seto cabang Jatibening.”

Sandra kini menjabat General Manager di RBP yang bertanggung jawab atas seluruh hal yang berhubungan dengan administrasi pendaftaran & keuangan, kelengkapan sarana / prasarana gedung dan perlengkapan penunjang lainnya.

Menurut Sandra, banyak pelajaran berharga yang dia dapatkan di RBP, termasuk hal-hal baru yang diperolehnya dari hasil keseharian berinteraksi dengan siswa-siswa, rekan kerja dan orangtua siswa,” Butuh pendekatan berbeda dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa, orangtua, maupun rekan kerja.” Papar Sandra,”Kemampuan itu harus diasah setiap hari.”

Dia berusaha menampilkan aura positif dalam batas kemampuannya,”Berkomunikasi dengan baik dan santun, bersabar menjadi pendengar yang baik, mengambil keputusan untuk kepentingan bersama, mengelola perbedaan menjadi sebuah kekuatan.”Rinci Sandra yang berharap RBP bisa senantiasa menjadi sebuah wadah positif yang terbuka untuk menerima saran-saran perbaikan dari pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan,”Pokoknya setiap hari agenda RBP diupayakan menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat.”