Bermain Sambil Belajar

Narasumber: Novie Jayanti Norma Sari, S.Pd.I (Guru Bidang Study Homeschooling Kak Seto (HSKS) Jatibening)

Siapa yang suka bermain? Anak-anak hingga dewasa, pasti suka dengan permainan.

Bermain merupakan proses alamiah dan naluriah yang berfungsi sebagai nutrisi dan gizi bagi kesehatan fisik dan psikis anak dalam masa perkembangannya, juga mampu membuat anak merasa bahagia. Rasa bahagia akan menstimulasi syaraf-syaraf otak anak untuk saling terhubung, sehingga membentuk sebuah memori baru, memori indah yang akan membuat jiwanya sehat.

Anak-anak yang mampu bermain dengan baik, mereka akan mudah mengakomodasikan dirinya ke lingkungan sekitarnya, teman-teman, benda-benda di sekelilingnya serta pada aturan-aturan yang sering ditemui dalam sebuah permainan. Oleh karena itu, peran orangtua dan lingkungan diharapkan mampu mengarahkan anak-anak pada permainan edukatif yang sesuai dengan perkembangan anak.

Solusi dalam Belajar

Pada dasarnya, bermain itu sendiri adalah suatu proses belajar. Saat bermain, anak sesungguhnya sedang membangun kreativitas dirinya. Sehingga tidak perlu dipermasalahkan. Justru orangtua atau gurulah yang harus mengembangkan metode dan strategi agar mau belajar.

Beragam cara yang bisa dilakukan agar anak mau belajar tanpa membatasi anak bermain. Salah satunya adalah dengan mengkombinasikan antara belajar dengan bermain, atau istilahnya yaitu “Bermain sambil Belajar.”

Dalam dunia pendidikan, permainan juga memegang peranan penting. Guru dapat menggunakan permainan sebagai salah satu metode pengajaran, seperti bermain ular tangga versi matematika, bermain engklek versi IPA, bermain balok atau permainan mendidik lainnya yang disesuaikan dengan materi pengajaran. Selain mampu menarik minat belajar siswa, metode belajar dengan bermain mampu membuat siswa lebih memahami materi dan mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal.

Orangtua sebagai tombak utama keberhasilan anak, sangat dianjurkan bekerjasama dengan guru dalam mendidik anak. Jika di sekolah anak telah diajarkan dengan metode yang menyenangkan, maka di rumah pun orangtua berperan mengembangkan kreativitasnya agar mampu menyeimbangi pola belajar anak yang menyenangkan.

Aneka Permainan yang dapat Dijadikan Media Pembelajaran

a) Permainan Ular Tangga

Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “tangga” dan “ular”, yang menghubungkannya dengan kotak lain. Tidak ada aturan baku papan permainan standar dalam ular tangga, sehingga setiap orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular dan tangga yang berlainan.

Permainan ular tangga dapat dimodifikasi menjadi permainan edukatif yang menarik anak-anak untuk mencobanya. Walaupun sedang belajar, mereka merasa sedang bermain. Permainan ular tangga dapat mengajarkan anak-anak pada konsep operasi bilangan yaitu penjumlahan dan pengurangan. Permainan ini juga disesuaikan dengan kreativitas masing-masing seperti menambahkan soal di sebuah kartu. Jika pemain berhenti pada bilangan ganjil/genap maka si anak harus mengambil kartu dan menjawab pertanyaan pada kartu tersebut.

b) Bermain do-mi-ka-do

Permainan ini sesungguhnya permainan sederhana yang sering kita dengar namun guru dapat memodifikasi permainan ini menjadi media pembelajaran. Pertama kali yang harus dilakukan dalam permainan ini adalah menentukan lagu yang akan dinyanyikan.

Lagu do-mi-ka-do mampu mengajarkan anak-anak konsep membilang angka kemudian guru dapat mengganti lagu sesuai dengan kebutuhan, dari sini terlihat bahwa guru sudah dapat mengajarkan anak tentang konsep musik/lagu. Kemudian, setiap anak bergandeng tangan dan memulai permainan. Bagi anak yang terkena tangan temannya pada kata lagu terakhir maka yang menyentuh tangan temannya dapat mengajukan pertanyaan ke pemain yang tersentuh tangannya. Teman yang diajukan pertanyaan harus menjawab dengan benar. Jika tidak bisa menjawab, guru ataupun teman yang lain dapat membantunya menjawab. Pertanyaan yang dilontarkan dapat diarahkan pada pembelajaran yang sedang diajarkan.

c) Permainan Engklek

Permainan engklek adalah permainan tradisional yang mampu mengembangkan kreativitas anak. Permainan engklek mengajarkan anak untuk terbiasa berpikir mengatur strategi, yang bisa diterapkan dalam sehari-hari.

d) Permainan Monopoli

Permainan ini adalah salah satu permainan papan yang paling terkenal di dunia. Tujuan dari permainan ini untuk menguasai semua petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan dan pertukaran property dalam system ekonomi yang disederhanakan. Guru pun dapat memodifikasi permainan ini sesuai dengan kebutuhan anak. Permainan ini mengajarkan konsep uang, sistem ekonomi dan banyak hal lainnya.

Pada dasarnya, masih banyak permainan-permainan yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Kita sebagai pendidik harus lebih kreatif untuk mengembangkan berbagai sarana yang ada, memodifikasinya menjadi media yang menyenangkan bagi pembelajaran, sehingga anak-anak menyukai belajar seperti ia menyukai bermain.